TKW Asal Hongkong Pakai BebasBayar untuk Bayar Tagihan dan Kirim Uang

Cerita member kali ini berasal dari negeri seberang Hongkong, adalah Harny Suharny seorang Ibu tangguh yang memilih merantau di negeri orang demi kedua putra dan keluarganya. Wanita 41 tahun ini bekerja merawat orang sakit dan menjadi tukang kebun di Hongkong selama 4 tahun.

?Bisanya saya begini mbak dan saya juga membutuhkan biaya besar untuk anak-anak sekolah dan kepengen ngangkat derajat orang tua di kampung.? jawaban sederhana ketika salah satu tim kami bertanya kepada ibu tangguh satu ini.

?Opo wae lilo kanggo sakgepok rupiah, asal halal kanggo masa depan anak-anak lan keluarga kulo mbak.? Ditambah logat jawanya yang kental.     

Bekerja seperti Bu Harny tidaklah mudah Sobat BebasBayar. Dia memulainya dari jam 8 pagi hingga jam 9 malam. Orang sakit yang ia rawat berusia 52 tahun. Mulai dari memandikan, menyuapinya makan, menggantikannya pakaian, serta mengurus keperluan lainnya dilakukannya dengan tulus ikhlas. Jika majikannya itu sedang istirahat, Bu Harny beralih profesi sebagai tukang kebun. 

Sebelum memilih menjadi tenaga pekerja wanita (TKW) di Hongkong, Bu Harny menjadi pekerja pabrik 17 di Surakarta. Sebagai pekerja pabrik, gajinya masih dirasa minim untuk memenuhi semua kebutuhannya. Tidak banyak pilihan yang bisa dilakukan untuk sosok ibu single parent seperti Bu Harny, apalagi dengan kondisi anak-anaknya yang butuh pendidikan tinggi. Sebagai seorang Ibu, sudah barang tentu ia memikirkan masa depan anak-anaknya kelak dan meringankan beban keluarganya, itulah mengapa ia memilih bekerja di negeri orang. Jauh dari anak dan keluarga sudah bagian dari resikonya. Tentu banyak keluhan dari keluarga di kampung, mulai dari soal kepulangannya yang hanya 1-2th sekali bahkan kesulitan soal pembayaran tagihan bulanan. 

?Maklum kampung saya di Boyolali jauh dari tempat pembayaran, lagipula semua kebutuhan itu juga saya yang tanggung mbak.? imbuhnya kepada salah satu tim kami. Tepat setahun yang lalu, melalui grup Facebook ia mengenal aplikasi BebasBayar. Awalnya Bu Harny ragu-ragu tapi ternyata setelah dicari beberapa ulasan tentang BebasBayar, ia makin mantab menggunakannya. Selama di Hongkong, Bu Harny rutin melakukan transaksi melalui browser. Awalnya proses menuju pembayaran butuh sedikit perjuangan mengingat belum bisa instal aplikasi disana. Bu Harny harus pergi ke bank dulu guna transfer ke anak atau adiknya untuk deposit. Biaya naik bis $12 dan admin bank $35-$40. Ia transfer dollar ke anaknya, dan anaknya yang akan terima rupiah untuk di depositkan di BebasBayar. Walau seperti itu Bu Harny tetap semangat dan enggak pindah ke lain aplikasi, tetap pakai BebasBayar.

Sekitar Bulan Agustus 2017 Bu Harny mudik ke kampung halamannya. Tak lupa ia sempatkan untuk download aplikasi BebasBayar di Playstore. Nah, sekarang ia baru rasakan kemudahan transaksinya melalui aplikasi BebasBayar. Mau deposit lebih mudah tinggal ambil tiket lewat virtual account. Transaksi yang sering dilakukannya adalah untuk pembayaran tagihan PLN, Pulsa dan kirim uang ke keluarga. 

testimoni

Sebagai penutup cerita, kami segenap tim BebasBayar merasa bangga punya cerita member seperti Ibu Harny yang berada di Hongkong. Semoga BebasBayar akan selalu memudahkan semua pekerja wanita tangguh di luar sana.

Baca juga kisah sukses mereka